-->

Minggu, 27 Oktober 2013

Pidato maulid nabi Muhammad SAW

RINKASAN SEJARAH NABI MUHAMMAD SAW

Assalamu alaikum wr wb.




Yang terhormat bapak pengurus MI Islamiyah Suwawal II
Bapak kepala sekolah Islamiyah Suwawal II
Bapak,ibu Dewan guru MI Islamiyah Suwawal II yang saya hormati
Tidak ketinggalan teman – teman senasib sepenanggungan yang kami cinta

Sebelum  Islam  di syi’arkan nabi Muhammad SAW  bangsa Arab sudah mempunyai kepercayan yaitu animisme (menyembah berhala) oleh karena itu zaman itu disebut zaman jahiliyah yaitu zaman kebodohan. Hanya beberapa orang saja yang berpegang teguh pada agama hanif  yaitu agama Nabi Ibrahim AS.
Dalam kehidupan social masyarakat kedholiman menyebar kemana-mana menindas yang lemah mengubur bayi perempuan hidup –hidup, merusak kehormatan wanita, perzinaan merajalela, peperangan antar kabilah sering terjadi hanya karena masalah sepele saja.  Ini adalah gambaran singkat tentang kondisi Jazirah Arab sebelum kedatanagan Islam.
Suku Quraisy waktu itu membanggakan Abdul Mutholib kakek Rasulullah karena keturunan dan kekayaannya  ketika itu Abdul Mutholib bernazar seandainya Allah SWT memberi rizki kepadanya sepuluh anak laki – laki maka akan ( berkorban ) menyembelih satu diantara mereka untuk mendekatkan diri kepada Allah. Keinginannya itu tekabul anak yang kesepuluh adalah Abdullah ayahanda rasulullah. Tatkala Abdul mutholib hendak melaksanakan nazarnya orang – orang menghadang dan mencegah agar tradisi semacam itu tidak usah dilaksanakan lagi, dan Abdullah digantikan seratus ekor unta.
            Abdullah adalah putra Abdul Mutholib yang paling beliau cintai setelah dewasa tampak pada kening Abdullah pancaran sinar yang tidak di jumpai pada orang lain
Setelah Abdullah dewasa Abdullah menikah dengan Aminah binti Wahab  Seorang gadis dari bani Zuhrah.
Setelah menikah kilatan cahaya dikening Abdullah hilang  dan menetap dikening Aminah . Setelah usia kehamilan Aminah tiga bulan  Syayid Abdullah keluar kota bersama  rombongan dagang ke Syam.
Dalam perjalanan Pulang ,sesampainya di Madinah menderita sakit hingga ajal menjemputnya,masa kehamilan Aminah telah usai , menjelang fajar ,tanggal 12 Rabi’ul Awwal tahun 571 M yang bertepatan dengan tahun gajah, Aminah pun melahirkan anaknya .  Disebut tahun gajah kerena menjelang kelahiran nabi , tepatnya 50 hari sebelum kelahiran nabi datanglah Raja Abraha Al Habsy Gubernur Yaman  yang akan menghancurkan Ka’bah dengan membawa 60.000 personil . Akan tetapi penyerangan Abraha  dikalahkan oleh pasukan burung Ababil yang membawa kerikil dari neraka Jahannam.  
            Ketika itu adat kebiasakan bangsa Arab adalah menyusukan bayi – bayi mereka kepada wanita – wanita pedalaman agar bayi – bayi itu tumbuh berkembang secara normal. Pada saat kelahiran Nabi Muhammad sekelompok orang dari bani sa’ad tiba di Makkah untuk tujuan ini, akan tetapi mereka berpaling dari Muhammad karena keyatiman dan kefakirannya,
tinggallah Halimah sya’diyah, pada mulanya Halimah juga berpaling sebagaimana yang lainnya akan tetapi ahirnya kembali ke rumah  Aminah dan rela meneriman anak yatim dan upah yang sedikit.
             Teman – teman yang saya cintai,      
              Halimah datang ke Makkah dengan suaminya mengendarai unta yang kurus dan jalannnya sangat lamban sementara dalam perjalanan pulangnya ia menggendong Nabi Muhammad kecil dalam pangkuannya, tiba – tiba saja  unta tunggangannya berlari kencang meninggalkan unta – unta yang lain , sehingga membuat heran teman –teman seperjalanannya
Kehidupan Halimah setelah mengasuh Nabi Muhammad berubah total dari melarat menjadi orang yang terpandang yang berkecukupan. Pada suatu saat ketika Nabi Muhammad bermain dengan anak – anak halimah, tiba – tiba datang dua orang yang berpakaian serba putih dan membelah dada Nabi Muhammad, semenjak peristiwa itu keluarga Halimah menjadi takut dan khawatir atas keselamatan Nabi Muhammad, akhirnya Halimah membawa Nabi Muhammad ke Makkah untuk diserahkan pada ibunya.
             Ketika Nabi Muhammad Berusia 6 tahun beliau diajak ke Yasrib untuk mengunjungi pamannya dari bani Najjar dan menetap beberapa hari di sana. Dalam perjalanan pulang ibunda Nabi jatuh sakit dan meninggal di desa Abwa kemudian dimakamkan di sana.
               Lalu Nabi Muhammad diasuh oleh kakeknya Abdul Mutholib, dua tahun dalam asuhan kakeknya genap usia 8 tahun , kakeknya meninngal dunia , lalu Nabi Muhammad diasuh oleh pamannya yaitu Abu Tholib hingga dewasa . Setelah melewati masa remaja dan beranjak dewasa ,Muhammad mulai mencari biaya hidupnya sendiri .
               Maka mulailah beliau bepergian untuk bekerja dan berusaha . Beliau bekerja sebagai pengembala kambing milik orang Quraisy .Pada usia 25 tahun beliau berdagang ke Syam dengan membawa dagangan Khodijah  . Khodijah mempercayakan hartanya kepada pembantunya yang bernama Maesaroh . Dengan keberkahan dan keamanahan Rosulullah, dagangan Khodiyah mendapat laba  yang banyak dan belum pernah dialami sebelumnya . Maesaroh menceritakan bahwa Muhammad  bin Abdullah yang menangani urusan  barang dan penjualan, dan ia pula yang menghadapi orang - orang dengan cara ramah – tamah yang sangat mengagumkan ,sehingga laba yang besar dapat diperoleh  tanpa unsur penganiayaan . Khodijah  mendengar penuturan Maesaroh, dan disinilah ia mulai mengenal dan tertarik dengan kepribadian Rosulullah.
              Hadirin hadirot yang saya hormati
             Akhirnya Khodijah memutuskan untuk menikah dengan Nabi Muhammad. Nabi Muhammad pun menerima. Pada waktu itu Khodijah berusia 40 tahun dan Muhammad berusia 25 tahun.
             Menjelang usianya yang ke 40 tahun Muhammad S.A.W sering menyendiri dan ber khalwat di goa Hiro , disanalah beliau menghabiskan waktu selama berhari – hari . Pada malam  17   Ramadhan beliau didatangi malaikat Jibril yang seraya berkata kepadanya ; ”Bacalah” beliau menjawab; ” Saya tidak bisa membaca”. Jibril mengulangi perintah ini untuk kedua dan ketiga kalinya .  Dan pada ketiga kalinya, Jibril berkata kepadanya ;

ﺇقرﺃبا سم ربك الذئ خلق  ١  خلق ﺍلا نسا ن من علق   ٢   ﺇقرﺃوربك الا كرم    

٣    الذی علم با القلم   ٤  علم الانس ن ما لم يعلم   ٥     




           ”Bacalah dengan menyebut nama Rabbmu yang menciptakan , Dia telah menciptakan  manusia  dari segumpal darah, bacalah , dan Rabbmulah yang Maha Pemurah ,yang mengajar ( manusia ) dengan perantara kalam ,Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.
( Q.S Al; Alaq ayat 1 – 5 )

        
                   Hadirin, hadirot yang berbahagia
                  Setelah itu Jibril meninggalkannya dan Rosulullah tidak kuat lagi didalam gua Hiro’ . Beliaupun pulang kerumahnya dan menghampiri  Khodijah dengan gemetar sambil berkata; ” Selimuti aku ! Selimuti aku ! , maka Khodijahpun menyelilmutinya , sehingga rasa takutpun sirna . Rasulullah lalu menceritakan kepada Khodijah tenteng peristiwa  yang dialaminya didalam gua . Khodijah menenangkan dan menghibur hati Rosulullah .
               Beberapa hari kemudian Rasulullah kembali ke gua Hiro’untuk melanjutkan Ibadahnya  yang tersisa dibulan Ramadhan . Setelah Ramadhan berakhir beliau turun dan kembali ke Mekkah . Dalam perjalanan Rosulullah  melihat malaikat Jibril duduk di kursi antara bumi dan langit , lalu turunlah wahyu yang kedua surat al Mutdasir :

يا يها المد ثر  ١   قم فا نذر  ٢  وربك فكبر ٣  وثيا بك فطهر ٤  والربزفا هجر    


                Setelah itu Wahyupun turun secara terus – menerus dan berkelanjutan secara berangsu – angsur sesuai dengan kebutuhan Nabi dalam pembinaan masyarakat Islam.

                Hadirin, hadirot yang saya hormati
                Sampai disinilah sejarah ringkas Rasulullah, semoga kita dapat mengambil hikmahnya .Dan bermanfaat bagi kita, amin.
Wabillahi Taufiq wal hidayah waridho wal inayah

 Wassalamu’alaikum War.wab.

1 komentar: