RINKASAN SEJARAH NABI MUHAMMAD SAW
Assalamu alaikum
wr wb.
Yang terhormat
bapak pengurus MI Islamiyah Suwawal II
Bapak kepala
sekolah Islamiyah Suwawal II
Bapak,ibu Dewan
guru MI Islamiyah Suwawal II yang saya hormati
Tidak ketinggalan teman – teman senasib
sepenanggungan yang kami cinta
Sebelum Islam
di syi’arkan nabi Muhammad SAW
bangsa Arab sudah mempunyai kepercayan yaitu animisme (menyembah
berhala) oleh karena itu zaman itu disebut zaman jahiliyah yaitu zaman
kebodohan. Hanya beberapa orang saja yang berpegang teguh pada agama
hanif yaitu agama Nabi Ibrahim AS.
Dalam kehidupan social masyarakat kedholiman menyebar kemana-mana
menindas yang lemah mengubur bayi perempuan hidup –hidup, merusak kehormatan
wanita, perzinaan merajalela, peperangan antar kabilah sering terjadi hanya
karena masalah sepele saja. Ini adalah gambaran singkat tentang
kondisi Jazirah Arab sebelum kedatanagan Islam.
Suku Quraisy waktu itu membanggakan
Abdul Mutholib kakek Rasulullah karena keturunan dan kekayaannya ketika itu Abdul Mutholib bernazar seandainya
Allah SWT memberi rizki kepadanya sepuluh anak laki – laki maka akan (
berkorban ) menyembelih satu diantara mereka untuk mendekatkan diri kepada
Allah. Keinginannya itu tekabul anak yang kesepuluh adalah Abdullah ayahanda
rasulullah. Tatkala Abdul mutholib hendak melaksanakan nazarnya orang – orang
menghadang dan mencegah agar tradisi semacam itu tidak usah dilaksanakan lagi,
dan Abdullah digantikan seratus ekor unta.
Abdullah adalah putra Abdul Mutholib
yang paling beliau cintai setelah dewasa tampak pada kening Abdullah pancaran
sinar yang tidak di jumpai pada orang lain
Setelah Abdullah dewasa Abdullah menikah dengan
Aminah binti Wahab Seorang gadis dari
bani Zuhrah.
Setelah menikah kilatan cahaya
dikening Abdullah hilang dan menetap
dikening Aminah . Setelah usia kehamilan Aminah tiga bulan Syayid Abdullah keluar kota bersama rombongan dagang ke Syam.
Dalam perjalanan Pulang ,sesampainya
di Madinah menderita sakit hingga ajal menjemputnya,masa kehamilan Aminah telah
usai , menjelang fajar ,tanggal 12 Rabi’ul Awwal tahun 571 M yang bertepatan
dengan tahun gajah, Aminah pun melahirkan anaknya . Disebut tahun gajah kerena menjelang
kelahiran nabi , tepatnya 50 hari sebelum kelahiran nabi datanglah Raja Abraha
Al Habsy Gubernur Yaman yang akan
menghancurkan Ka’bah dengan membawa 60.000 personil . Akan tetapi penyerangan
Abraha dikalahkan oleh pasukan burung
Ababil yang membawa kerikil dari neraka Jahannam.
Ketika itu adat kebiasakan bangsa Arab
adalah menyusukan bayi – bayi mereka kepada wanita – wanita pedalaman agar bayi
– bayi itu tumbuh berkembang secara normal. Pada saat kelahiran Nabi Muhammad
sekelompok orang dari bani sa’ad tiba di Makkah untuk tujuan ini, akan tetapi
mereka berpaling dari Muhammad karena keyatiman dan kefakirannya,
tinggallah Halimah sya’diyah, pada mulanya Halimah
juga berpaling sebagaimana yang lainnya akan tetapi ahirnya kembali ke
rumah Aminah dan rela meneriman anak
yatim dan upah yang sedikit.
Teman – teman yang saya cintai,
Halimah datang ke Makkah dengan
suaminya mengendarai unta yang kurus dan jalannnya sangat lamban sementara
dalam perjalanan pulangnya ia menggendong Nabi Muhammad kecil dalam
pangkuannya, tiba – tiba saja unta
tunggangannya berlari kencang meninggalkan unta – unta yang lain , sehingga
membuat heran teman –teman seperjalanannya
Kehidupan Halimah setelah mengasuh Nabi
Muhammad berubah total dari melarat menjadi orang yang terpandang yang
berkecukupan. Pada suatu saat ketika Nabi Muhammad bermain dengan anak – anak
halimah, tiba – tiba datang dua orang yang berpakaian serba putih dan membelah
dada Nabi Muhammad, semenjak peristiwa itu keluarga Halimah menjadi takut dan
khawatir atas keselamatan Nabi Muhammad, akhirnya Halimah membawa Nabi Muhammad
ke Makkah untuk diserahkan pada ibunya.
Ketika Nabi Muhammad Berusia 6
tahun beliau diajak ke Yasrib untuk mengunjungi pamannya dari bani Najjar dan
menetap beberapa hari di sana. Dalam perjalanan pulang ibunda Nabi jatuh sakit
dan meninggal di desa Abwa kemudian dimakamkan di sana.
Lalu Nabi Muhammad diasuh oleh
kakeknya Abdul Mutholib, dua tahun dalam asuhan kakeknya genap usia 8 tahun ,
kakeknya meninngal dunia , lalu Nabi Muhammad diasuh oleh pamannya yaitu Abu
Tholib hingga dewasa . Setelah melewati masa remaja dan beranjak dewasa ,Muhammad
mulai mencari biaya hidupnya sendiri .
Maka mulailah beliau bepergian
untuk bekerja dan berusaha . Beliau bekerja sebagai pengembala kambing milik orang Quraisy .Pada usia 25
tahun beliau berdagang ke Syam dengan membawa dagangan Khodijah . Khodijah mempercayakan hartanya kepada
pembantunya yang bernama Maesaroh . Dengan keberkahan dan keamanahan Rosulullah,
dagangan Khodiyah mendapat laba yang
banyak dan belum pernah dialami sebelumnya . Maesaroh menceritakan bahwa
Muhammad bin Abdullah yang menangani
urusan barang dan penjualan, dan ia pula
yang menghadapi orang - orang dengan cara ramah – tamah yang sangat mengagumkan
,sehingga laba yang besar dapat diperoleh
tanpa unsur penganiayaan . Khodijah
mendengar penuturan Maesaroh, dan disinilah ia mulai mengenal dan tertarik
dengan kepribadian Rosulullah.
Hadirin hadirot yang saya hormati
Akhirnya Khodijah memutuskan untuk
menikah dengan Nabi Muhammad. Nabi Muhammad pun menerima. Pada waktu itu
Khodijah berusia 40 tahun dan Muhammad berusia 25 tahun.
Menjelang usianya yang ke 40 tahun
Muhammad S.A.W sering menyendiri dan ber khalwat di goa Hiro , disanalah beliau
menghabiskan waktu selama berhari – hari . Pada malam 17 Ramadhan beliau didatangi malaikat Jibril yang
seraya berkata kepadanya ; ”Bacalah” beliau menjawab; ” Saya tidak
bisa membaca”. Jibril mengulangi perintah ini untuk kedua dan ketiga
kalinya . Dan pada ketiga kalinya, Jibril
berkata kepadanya ;
ﺇقرﺃبا سم ربك الذئ خلق ١ خلق ﺍلا نسا ن من علق ٢ ﺇقرﺃوربك الا كرم
٣ الذی علم با القلم ٤ علم الانس ن ما
لم يعلم ٥
”Bacalah dengan menyebut nama Rabbmu
yang menciptakan , Dia telah menciptakan manusia
dari segumpal darah, bacalah , dan Rabbmulah yang Maha Pemurah ,yang
mengajar ( manusia ) dengan perantara kalam ,Dia mengajar kepada manusia apa
yang tidak diketahuinya.
( Q.S Al; Alaq ayat 1 – 5 )
Hadirin, hadirot yang
berbahagia
Setelah
itu Jibril meninggalkannya dan Rosulullah tidak kuat lagi didalam gua Hiro’ . Beliaupun
pulang kerumahnya dan menghampiri Khodijah dengan gemetar sambil berkata; ”
Selimuti aku ! Selimuti aku ! , maka Khodijahpun menyelilmutinya , sehingga rasa
takutpun sirna . Rasulullah lalu menceritakan kepada Khodijah tenteng
peristiwa yang dialaminya didalam gua .
Khodijah menenangkan dan menghibur hati Rosulullah .
Beberapa hari kemudian
Rasulullah kembali ke gua Hiro’untuk melanjutkan Ibadahnya yang tersisa dibulan Ramadhan . Setelah
Ramadhan berakhir beliau turun dan kembali ke Mekkah . Dalam perjalanan
Rosulullah melihat malaikat Jibril duduk
di kursi antara bumi dan langit , lalu turunlah wahyu yang kedua surat al
Mutdasir :
يا يها المد ثر
١ قم فا نذر ٢ وربك
فكبر ٣ وثيا بك فطهر ٤ والربزفا
هجر
Setelah itu Wahyupun turun
secara terus – menerus dan berkelanjutan secara berangsu – angsur sesuai dengan
kebutuhan Nabi dalam pembinaan masyarakat Islam.
Hadirin, hadirot yang saya
hormati
Sampai disinilah sejarah
ringkas Rasulullah, semoga kita dapat mengambil hikmahnya .Dan bermanfaat bagi
kita, amin.
Wabillahi
Taufiq wal hidayah waridho wal inayah
Wassalamu’alaikum War.wab.